IMPLEMENTASI METODE FUZZY LOGIC UNTUK PENGATURAN
KELEMBABAN TANAH PADA TANAMAN CABAI
Perkembangan teknologi dalam dunia pertanian yang semakin pesat akan membutuhkan suatu system yang dapat bekerja secara otomatis sehingga dapat mengurangi penggunaan tenaga dari manusia. Sistem kontrol yang ak an dibuat b ertujuan untuk mengetahui tingkat kelembaban dari tanah untuk kemudian akan dilakukan suatu pengaturan sehingga didapatkan tingkat kelembapan normal sesuai kebutuhan tanaman. Sistem kontrol yang dimaksud adalah suatu " Implementasi Metode Fuzzy Logic untuk pengukuran Kelembapan tanah pada tanaman cabai"
Sensor kelembapan tanah
Sensor kelembapan adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi/mengukur kelembaban tanah dan mengubahnya menjadi tegangan dan arus listrik
Gambar blok sistem di bawah terbagi menjadi 3 bagian yaitu Input, Prosesor , dan Output. Pada bagian input terdiri dari Sensor, Filter dan Amplifier. Sensor dipasang pada tanah untuk mendeteksi tingkat kelembaban dan suhu dari tanah dan akan mengeluarkan sinyal yang kemudian akan dibuang noisenya dan akan menguatkan sinyal asli dengan menggunakan Filter dan Amlifier. Untuk bagian yang kedua yaitu bagian proses yang akan menggunakan microkontroler. Pada pros es ini akan digunakan metode fuzzy logic untuk melakukan proses pad a input dan mengatur output.
Aktuator akan menjalankan aksi berdasarkan perintah dari microkontroler sesuai dengan kondisi kelembaban tanah. misalnya : jika kondisi tanah kering maka actuator akan melakukan aksi dengan menyemprotkan air ke tanah sampai didapatkan kelembaban tanah normal sesuai kebutuhan cabai. Timer akan digunakan untuk mengatur volume air yang akan disemprotkan ke tanah sehingga n anti akan di dapatkan kelembaban tanah normal sesuai kebutuhan tanaman. Sedangkan untuk kondisi tanah dengan kelembaban tanah tinggi aktuator akan melakukan aksi dengan memberikan tanda alarm untuk membaritahu user.
Pada gambar di atas terdapat dua gambar yang dilihat dari atas area dan dilihat dari samping area. Untuk g ambar yang dilihat dari atas , akan digunakan media tanah dengan ukuran 32 cm x 28 cm x 11 cm. untuk area itu akan ditanami tiga batang cabai denga jarak masing-masing cabai 20 cm. untuk penempatan dari mikrocontroler, alarm, dan pompa air akan diletakan di luar area kebun. Untuk gambar yang kedua merupakan area kebun jika dilihat dari samping. Dari arah samping ini dapat dilihat untuk ketebalan tan ah yaitu 11 cm, jarak penyemprot dengan permukaan tanah adalah 1 m, dan untuk sensor suhu di tanam di bawah tanah dengan kedalaman 5 cm dari atas permukaan tanah. Keseluruhan proses logika fuzzy sebag ai berikut :
Kesimpulan
Setelah melakukan perencanaan dan pembuatan sistem kemudian dilakukan pengujian dan analisanya, ada beberapa k esimpulan yang dapat diambil dari system pengatur kelembaban tanah otomatis dengan mengatur jumlah volume air, antara lain :
1. Sensor yang baik untuk proyek akhir ini adalah tembaga dengan nilai konduktivias 5,7 x 107 σ,S/m ,dengan luas elektrode 12cm x 4cm x 2mm jarak antara elektrode 25cm, sinyal input berupa dc 5volt, dengan panjang elektrode sampai diatas permukaan tanah.
2. Kelembaban tanah mempunyai pengaruh terhadap nilai resistansi tanah dan mempunyai perbandinganterbalik.